3 Mitos dan Fakta Perihal Olahraga Lari

Gimmebritney.com – 3 Mitos dan Fakta Perihal Olahraga Lari

3 Mitos dan Fakta Perihal Olahraga Lari
3 Mitos dan Fakta Perihal Olahraga Lari

Olahraga lari populer di kalangan masyarakat. Gampang dan murah, itulah karena dari kebanyakan orang melaksanakan olahraga lari. Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar mengenai kesibukan lahiriah ini.

Supaya tak salah langkah, dokter dan ketua pelaksana kedokteRAN 2019, Jack Pradono Handojo, malah memberikan edukasi dan meluruskan mitos-mitos yang beredar tentang lari.

Mitos pertama: Supaya kurus, lari dengan baju penghangat parasut
Banyak orang yang percaya bahwa lari dengan menerapkan baju penghangat parasut sungguh-sungguh tepat sasaran untuk menurunkan berat badan. Hal hal yang demikian didasari oleh temperatur panas yang mengendap dikala berlari. Sayangnya, ini tak benar dan justru memunculkan penyakit seperti hipotermia.

“Sate itu lemaknya akan lepas dikala temperatur 100 derajat. Meskipun kita gunakan parasut paling suhunya cuma 38-39 derajat. Jadi tak berakibat dan justru menyebabkan hipotermia,” katanya dikala media briefing kedokteRAN 2019 di Jakarta pada Rabu, 21 Agustus 2019.

Mitos kedua: Membendung minum supaya tak tak jarang membuang air kecil
Banyak orang, terutamanya wanita, yang membendung konsumsi air putih supaya tak tak jarang membuang air kecil. Mereka juga takut seandainya air mineral yang dibawa berlari bisa menyebabkan muntah. Sedangkan, semuanya tak benar sebab air penting dalam mencegah dehidrasi kala berlari.

“Ketika berlari, tubuh akan mengeluarkan banyak peluh dan bila tak diimbangi dengan banyak minum air, dapat dehidrasi,” katanya.

Mitos ketiga: Screening tak perlu dijalankan sebelum lari
Screening atau cek kesehatan semestinya dijalankan oleh tiap orang sebelum berolahraga, termasuk lari. Jack membeberkan bahwa ini dipakai untuk mengenal keadaan lahiriah dan meminimalisir risiko cedera sampai kematian. Tidak cuma dianjurkan untuk lansia atau orang dewasa, buah hati-buah hati malah diharuskan untuk melaksanakan hal ini.

“Sebab Anda mungkin merasa bagus-bagus saja di luar. Namun belum tentu di dalam. Dapat saja ada suatu kelainan sehingga tak dianjurkan untuk ikut serta berlari,” katanya.