Menu Close

Rumus Menghitung Total Biaya Tetap Dalam Tiap Produksi

Rumus Menghitung Total Biaya Tetap Dalam Tiap Produksi

gimmebritney.com – Dalam dunia bisnis oleh perusahaan yang menghasilkan atau menjual produk, pasti akan memulai tahap-tahap utamanya melalui proses pembuatan atau produksi. Yang tak lain halnya untuk memenuhi setiap kebutuhan pasar, sesuai dengan jumlah yang ditargetkan oleh setiap perusahaan itu sendiri. Namun proses produksi akan membutuhkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.

Dimana pembiayaan awal tersebut dilakukan guna untuk menunjang proses produksi. Biaya terebut tidakakan bisa tetap, bisa naik bisa turun tergantung dengan kapasitas maupun jumlah produksi yang dihasilkan. Maka dari itu dibutuhkan sebuah cara atau perencanaan, yang berfungsi untuk menghitung biaya estimasi dari tiap kebutuhan produksinya. Berikut cara menghitung biaya tetap dengan benar.

Menghitung Keseluruhan Fixed Cost atau Biaya

Biaya tetap merupakan salah satu biaya yang biasanya berhubungan dengan volume atau kapasitas dari produksi perusahaan. Biaya ini sendiri sebenarnya terdiri dari 2 karakteristik yang berbeda. yakni biaya tidak berubah (biaya yang tidak dipengaruhi oleh periode maupun sebuah aktifitas tertentu) atau biaya per unit (yang berbanding terbalik dengan perubahan volume).

Sebagai acuan jika volume dalam kapasitas rendah,maka fixed cost bisa tinggi. Sedangkan sebaliknya jika volume yang dihasilkan tinggi,maka fixed cost untuk per unitnya akan rendah. Untuk perhitungan biaya ini kita bisa melakukanya dengan “melakukan perhitungan biaya variable atau rata-rata / AVC “average variable cost. Atau (Biaya Produksi : Jumlah Produksi)

Contoh Soal : sebuah perusahaan ternama membeli mobil dengan harga 150 juta, dimana perusahaan tersebut ingin mengukur sebuah metode garis lurus untuk mengukur depresiasi atau penyusutan. Sesuai perkiraan yang ada mobil itu bisa digunakan hingga 10 tahun tanpa residu. Sehingga penghitungan biaya menyusut perbulannya, kita perlu membagi biaya perolehan dengan taksiran selama pemakaian.

Sehingga harga mobil Rp. 150 juta : 10 = Rp. 15. 000.000 “biaya penyusutan mobil pe tahunya”, kemudian Rp 150 juta : 12 = 12..500.000 “biaya penyusutan mesin di setiap bulannya”. Jadi dengan biaya penyusutan mobil sebesar 12,5 juta akan ditambahkan dengan jumlah yang dihasilkan oleh setiap kali produksi.

Baca Juga : Cara Mengatasi Pola Fikir Overthinking Yang Berlebihan

Rumus diatas sudah pasti akan digunakan oleh banyak perusahaan mengingat semua perusahaan industry memiliki macam-macam biaya, sesuai dengan bisnis mereka. Dimana biaya pengeluaran bersifat tidak langsung, seperti biaya modal, laba, rugi, yang kemudian dikonotasikan dalam jangka panjang maupunjangka pendek pada sebuah neraca.

Itulah cara menghitung biaya tetap yang biasa digunakan untuk perusahaan-perusahaan industry. Seperti halnya perusahaan produksi yang membutuhkan perhitungan tertentu, untuk mengetahui biaya-biaya terkait dengan bisnis mereka. Sehingga cara diatas bisa Anda pergunakan sebagai acuan, untuk perhitungan biaya bersifat tetap pada industry bisnis Anda.