Menu Close

Cara Fermentasi Pupuk Kandang Terlengkap

Cara Fermentasi Pupuk Kandang Terlengkap

gimmebritney.com – Pupuk kandang sejatinya merupakan pupuk yang berasal dari kohe, alias hewan ternak, seperti halnya kambing, ayam, kelinci, sapi, atau yang lainnya. Kotoran ini bisa berperan sebagai ‘nutrisi’ bagi tanaman setelah kering nan lapuk menjadi tanah. Sayangnya, hal itu memerlukan waktu terlalu lama hingga akhirnya bisa digunakan. Karena itu, cara fermentasi pupuk kandang menjadi alternatifnya.

Pada dasarnya, prosedur dekomposisi adalah salah satu cara agar kotoran ternak dapat terurai lebih cepat sehingga bisa dialihfungsikan sebagai pupuk. Umumnya, kotoran membutuhkan waktu selama 2-5 sebelum akhirnya bisa digunakan. Lewat proses ini, terdapat beberapa jenis mikroorganisme pengurai yang menyebabkan penguraian berjalan lebih cepat. Sebut saja bakteri MA-11.

Alat dan Bahan

Berikut ialah beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melakukan prosedur dekomposisi.

  1. Kotoran hewan yang sudah mengering sebanyak 1 karung penuh. Pada tahap ini, Anda dapat memilih untuk menggunakan kotoran kambing, sapi, kelinci, ayam, ataupun gabungan dari beberapa kohe ternak.
  2. Kompos daun bambu sekitar setengah karung.
  3. Urin sapi atau kelinci sebanyak 1 liter.
  4. Kapur dolomit secukupnya. Beberapa peternak/petani menggunakan 0,5-1 kg dolomit untuk setiap 1 karung kohe ternak.
  5. 5 liter air.
  6. Gembor.
  7. Bakteri MA-11 beserta cairan gula merah sebanyak 10 cc.
  8. Karung sebagai media penyimpan bahan yang didekomposisikan.

Sebagai tambahan informasi, Anda dapat mengganti kapur dolomit dengan abu sisa pembakaran, mengingat fungsi dari keduanya ialah untuk menetralkan PH serta menjadi sumber kalsium. Bila Anda memiliki arang serbuk kayu ataupun arang sekam padi, dapat ditambahkan sebagai bahan campuran kohe.

Prosedur Pembuatan

  1. Pertama-tama, campurkan kohe dan kompos tumbuhan. Aduk hingga keduanya bercampur secara merata, lalu taburkan abu sisa pembakaran/dolomit. Aduk kembali hingga rata.
  2. Setelah itu, tambahkan bakteri MA-11, urin hewan, dan cairan gula merah ke dalam 5 liter air. Aduk hingga seluruh bahan tercampur dengan sempurna.
  3. Diamkan sekitar 10 menit atau lebih sebelum menggunakannya. Bila sudah, masukkan campuran air tersebut ke dalam gembor.

Beberapa petani memilih untuk memberikan aerasi lebih dulu dengan aerator pada campuran bakteri, urin, air, dan gula merahnya. Hal ini dilakukan agar bakteri dapat berkembang dalam jumlah lebih banyak sebelum dicampur dalam kohe. Bila Anda memiliki mesin aerator, maka trik satu ini bisa dijajal.

  1. Kemudian, masukkan campuran kompos daun bambu dan kohe dalam karung sedikit demi sedikit. Setiap kali karung berhasil terisi racikan kotoran hewan ternak dengan ketebalan 10 sampai 15 cm, siramkan campuran bakteri MA-1 1 hingga membasahi seluruh area kohe. Ulangi langkah ini hingga campuran keduanya habis.
  2. Terakhir, tutup bagian atas karung dengan dan simpan di area teduh. Diamkan selama kurang lebih 7 hari sebelum menggunakannya.

Baca Juga : Cara Menghapus Email yang Sudah Terkirim dengan Mudah

Itulah beberapa alat-bahan lengkap dengan prosedur cara fermentasi pupuk kandang yang dapat Anda terapkan. Cukup sederhana dan cepat ya?